Sebanyak 2.597 unit telah rampung dibangun, penempatan dilakukan bertahap sesuai kesiapan fasilitas dasar.
ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mengoptimalkan penanganan pengungsi melalui pembangunan hunian sementara (huntara) yang tersebar di sejumlah kecamatan. Program ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Berdasarkan data terbaru, total pembangunan huntara ditargetkan mencapai 4.089 unit. Hingga saat ini, sebanyak 2.597 unit telah selesai dibangun, dengan 2.272 unit di antaranya telah dihuni oleh masyarakat.
Pemerintah juga mencatat masih terdapat 2.007 pengungsi yang belum menempati huntara, serta 26 kepala keluarga yang masih berada di tenda darurat. Sementara sebagian lainnya masih menempati fasilitas umum seperti gedung pemerintah dan rumah masyarakat.
Pelaksanaan Bertahap dan Terukur
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang , Muhammad Farij, menyampaikan bahwa proses penempatan pengungsi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Menurutnya, pemerintah memastikan setiap unit huntara yang ditempati telah memenuhi standar kelayakan, khususnya terkait ketersediaan air bersih dan jaringan listrik.
> “Penempatan pengungsi ke huntara dilakukan secara terencana dan bertahap. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia sebelum dihuni, demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Muhammad Farij.
Sebaran Lokasi dan Progres Lapangan
Pembangunan huntara dilaksanakan di berbagai wilayah, antara lain Kecamatan Seruway, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Rantau, Karang Baru, hingga Kota Kuala Simpang. Sebagian lokasi telah mencapai tingkat hunian penuh, sementara lainnya masih dalam tahap penyelesaian maupun persiapan penempatan.
Beberapa titik pembangunan masih memerlukan penyempurnaan infrastruktur dasar, sehingga proses relokasi pengungsi belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penyelesaian pembangunan huntara sekaligus memastikan seluruh pengungsi dapat segera menempati hunian yang layak.
Koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, lembaga terkait, maupun mitra kemanusiaan, terus diperkuat guna mendukung percepatan penanganan di lapangan.
Dengan langkah ini, diharapkan seluruh pengungsi terdampak dapat segera beralih dari hunian darurat menuju lingkungan yang lebih aman, sehat, dan layak huni.












